
Mungkin waktu kecil dulu ada yang pernah baca komiknya. Soalnya dulu tahun 70-80 an kalo gak salah lagi demamnya komik di Indonesia (saya lahiran tahun 70 akhir jadi yang saya tahu tahun 80 an nya aja). Ini ada berita menarik soal tokoh superhero lokal asli Indonesia, begini ceritanya....
VIVAnews – Gundala adalah sosok pahlawan putra petir yang diciptakan melalui tangan dingin seorang penggemar komik bernama Harya Suraminata, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Hasmi.
Atas dasar kecintaannya pada komik, Hasmi akhirnya berimajinasi dengan menciptakan sebuah tokoh pahlawan Gundala yang diambil dari bahasa Jawa ‘Gundolo’ yang artinya petir. Sebelum menciptakan Gundala, komik ciptaan Hasmi pertama kali adalah komik silat. Baru setelahnya ia diminta untuk membuat komik seorang tokoh pahlawan
“Waktu itu datang seorang penerbit yang memesan tokoh komik, saya disuruh bikin tokoh Tarzan atau Hercules, lalu saya buat Maza ‘Si Penakluk’, sedangkan teman saya Wid NS disuruh membuat Tokoh Air. Setelah terbit beberapa penerbitan, saya dan Wid NS menawarkan bagaimana kalo saya membuat superhero diluar pesanan, artinya sesuai dengan kemauan saya sendiri. Lalu saya membuat Gundala dan Wid NS membuat Godam.
Hasmi kemudian membuat dua peran yang berbeda yang diwakili oleh tokoh Gundala, yakni Sancoko dan Gundala itu sendiri. “Ketika menjadi manusia biasa, dia akan berubah menjadi Sancoko yang dating dari latar belakang apapun. Sancoko punya obsesi menyelamatkan orang dari petir yang membuat serum anti petir, meskipun gagal, tapi konon cerita Dewa Petir mengambil Sancoko sebagai anak angkatnya,” ujar Hasmi yang ditemui VIVAnews di JHCC, belum lama ini.
Konon, Sancoko merupakan refleksi nyata dari sosok pribadi Hasmi yang sebenarnya. “Sedikit banyak pengalaman hidup pasti ada,” ujar Hasmi. Sancoko digambarkan memiliki sifat kikuk jika bertemu perempuan, berbeda dengan tokoh Gundala yang sigap hasil inspirasi Hasmi dari action figure Flash. “Kalo karakter Sancoko saya bikin begitu saja, mungkin ada sedikit kesamaan dengan pribadi saya, karena saya memang agak pecundang dengan cewek. Sampai kuliah pun, saya nggak dapet cewek bahkan saya baru menikah umur 53 tahun,” imbuh Hasmi.
Kiprah Gundala yang sudah berjaya selama 5 windu, diakui Hasmi masih memegang peranan penting sebagai tokoh pahlawan lokal yang digandrungi para penggemar komik. “Kalo dari sisi popularitas, ternyata Gundala masih populer. Banyak orang yang secara ekstrem meng-klaim bahwa superhero di Indonesia hanya Gundala, yang lainnya cuma temennya aja, itu menurut Rizal Mantovani,” tandas pria 63 tahun ini.
Dengan begitu, dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Hasmi merasa bangga karena visinya untuk membuat seorang tokoh pahlawan Indonesia versi komik telah berhasil populer. “Saya tidak pernah punya pesan-pesan dan misi tertentu. Kalo visi, saya hanya ingin di negeri ini ada superhero, walaupun agak saya paksakan, karena superhero yang muncul di jaman itu hanya mengacu pada superhero luar,” tambah Hasmi.
Meski Gundala adalah seorang action figure terkenal, secara fisik, Hasmi menggambarkan sosok pahlawan buatannya itu seperti pria Asia dengan tinggi badan kurang dari 180 cm, tidak terlalu tampan karena Gundala dikenal sering ditolak wanita, tapi juga tidak terlalu jelek. “Gundala itu salah satu kriteria pria macho yang tidak digilai wanita,” ucap Hasmi.
Jika harus dipopulerkan kembali, Hasmi memiliki angan-angan untuk membuat kisah Gundala dalam sebuah buku atau film, namun dalam runutan kisah yang menggabungkan antara Gundala klasik dan Gunadala masa kini.
“Nah sebelum ada Gundala modern, harus muncul,Gundala yang klasiknya dulu, tapi lewat sebuah cerita biar bisa sampe ke Gundala yang masa kini. Kalo langsung muncul yang 'masa kini' nanti ada benang yang akan terputus. Agar bisa mewakili setiap generasi,” jelas suami dari Mujiati ini.
Kenyataan bahwa keberadaan komik lokal makin terpuruk dan merosot, menurut Hasmi, tak bisa dihindari mengingat masuknya komik luar ke Indonesia pun makin membanjir. “Kalo kita nggak mampu menandingi, maka akan terpuruk. Karena jenis komik sekarang berbeda-beda, ada komikus muda yang membuat komik bergaya manga, sedangkan batasan komik itu sendiri nggak ada batasan kriterianya seperti apa,” tutur ayah dari Ainun Anggitamukti (10 tahun) dan Bathari Sekar Dewangga (5 tahun) ini.
Hasmi mengharapkan agar peran besar media, para ahli komik dan pengamat komik bisa ikut membantu untuk mengembangkan dan kembali mensosialisasikan keberadaan komik di Indonesia.
“Jika memang semua peduli, mari kita bersama-sama berkumpul untuk menggodok dan mendiskusikan komik Indonesia itu mau seperti apa? Kalo udah ada ketentuan dan kemudian disosialisasikan dan ditawarkan pada komikus tanpa paksaan, kalo mereka mau, para media besar yang bisa menjadi wadah untuk memuatnya, misalnya dua komik saja, saya yakin komik Indonesia bisa lahir kembali,” pungkas Hasmi yang sempat khawatir, tokoh Gundala akan dilupakan oleh para generasi muda sekarang.
Irina Damayanti, Gestina Rachmawati
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Januari 2010
Tokoh Superhero Indonesia, Gundala
Labels: Artikel UmumJumat, 04 Desember 2009
Yang Tidak Bisa Diucapkan Papa
Labels: Artikel UmumBiasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya"
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak
boleh!".
boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut- larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa
pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
Saya mendapatkan notes ini dari seorang teman, dan mungkin ada baiknya jika aku kembali membagikannya kepada teman-teman ku yang lain.
Tulisan ini aku dedikasikan kepada teman-teman wanita ku yang cantik, yang kini sudah berubah menjadi wanita dewasa serta ANGGUN, dan juga untuk teman-teman pria ku yang sudah ataupun akan menjadi ayah yang HEBAT !
Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Romo / Papa / Papi kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)
Yes I love you so much, Pa. .
Penulis : Unknown
Klik disini untuk melanjutkan »»
Penulis : Unknown
Langganan:
Postingan (Atom)
